Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Islam, (Kedokteran Timur dan Kedokteran Islam)

Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Islam, (Kedokteran Timur dan Kedokteran Islam)

Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Islam - Sering kali kalau kita menyebut Kedokteran Timur yang terbayang adalah metode pengobatan Cina atau India. Kedokteran Cina identik dengan Shinshe, Akupunktur, Ramuan Herbal, dan produk hewani, sementara tabib India biasanya identik dengan pengobatan ayurvedic, penanganan wasir, dan penyakit mata tanpa operasi. Kenapa metode Kedokteran Timur tidak diterima oleh para dokter kita?


Perkembangan Ilmu Kedokteran Dalam Islam, (Kedokteran Timur dan Kedokteran Islam)


Hal ini karena alur pikir para dokter kita menggunakan pendekatan Kedokteran Barat, sementara Kedokteran Timur mempunyai alir pikir yang berbeda, misalnya Akupunktur menggunakan prinsip Yin-Yang, prinsip 5 unsur, pemahaman meridian, dan prinsip diagnosis dengan nadi Cina, yang semua ini tidak diakui kebenarannya oleh para dokter yang mempelajari Kedokteran Barat. Akhir-akhir ini Kedokteran Timur mendapat perhatian yang luar biasa di negara-negara Barat. Hal ini karena mereka menyadari bahwa metode Kedokteran Barat perlu diperkaya dengan metode Kedokteran Timur.


Metode pengobatan Cina adalah metode Kedokteran Timur yang paling terkenal, karena sejarah Kedokteran Cina tercatat secara rapih dalam buku-buku dan dikembangkan secara konsisten oleh para tabib (Shinshe). Meskipun belum ada titik temu antara pemikiran Kedokteran Cina tersebut dengan Kedokteran Barat, para dokter umumnya mau menerima metode pengobatan Cina. Hal ini lebuh karena manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, dan bukan aspek ilmiahnya. Adapun metode pengobatan Islam kurang berkembang karena tidak diperkenalkan secara luas dan sistematis.


Metode pengobatan Islam lebih cenderung dipelajari oleh orang-orang tertentu dan secara turun-temurun. Kendati demikian, dalam beberapa penelitian belakangan ini terbukti bahwa prinsip-prinsip pengobatan anjuran Nabi saw memberi manfaat dan dapat meningkatkan kesehatan tanpa efek samping, asalkan dilakukan dengan benar, oleh orang yang terlatih dan berpengalaman. Sebagaimana metode pengobatan Barat, maka tidak semua obat atau approach yang dilakukan dapat diterangkan secara rasional. Amatlah keliru jika kita menafikan bahwa metode pengobatan Nabi hanya karena kita berfikir bahwa metode itu tidak rasional.


Padahal banyak tata cara pengobatan Barat dan obat-obat kimia yang dipakai sejak ratusan tahun sampai saat ini, tidak diketahui titik tangkapnya, bahkan kadang-kadang juga tidak diketahui mekanisme kerjanya. Beberapa penyakit bahkan belum diketahui penyebabnya, anehnya justru obatnya sudah ditemukan. Ini menjelaskan kepada kita bahwa munculnya penyakit tidak menarik bagi pengusaha farmasi tentang bagaimana mencegah penyebarannya, meraka hanya tertarik bagaimana menjual obatnya. Keadaan ini diperparah dengan keadaan bahwa kebanyakan riset-riset kedokteran disponsori oleh perusahaan besar farmasi yang tentu saja mempunyai tujuan akhirnya adalah berjalannya bisnis mereka secara menguntungkan.


Oleh karena itu orang yang memilih metode pengobatan Nabawi mempunyai alasan-alasan, sebagai berikut:

  1.  Menggunakan metode yang sudah terbukti dan terdokumentasi beratus tahun.
  2. Obat yang dipakai adalah obat-obatan alami yang telah digunakan sejak lama dan dirasakan khasiatnya secara nyata.
  3. Penelitian terhadap obat-obat yang dipakai dalam pengobatan Nabi, belakangan diketahui memberi hasil nyata, bahwa ramuan itu memang mengandung bahan-bahan bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian masih berlanjut sampai sekarang.
  4. Semua yang datang dari Nabi saw pasti benar dan pasti dituntun wahyu, dan ini bukan sekedar trial and error melainkan petunjuk dari Allah swt.
  5. Metode pengobatan apapun yang dipakai, semua penyembuhannya terpulang kepada Allah swt sebagaimana Al-Qur’an menjelaskannya.
  6. Mempopulerkan metode ini juga bertujuan menjaga tradisi pengobatan yang halal, datang dari Sang Maha Penyembuh melalui kekasih-Nya, Nabi besar Muhammad SAW.


Praktek Kedokteran Islam yang mulai banyak dilaksanakan belakangan ini perlu mendapat apresiasi dan perhatian yang baik, agar metode ini mendapat kesempatan cukup untuk menunjukan kemampuannya dalam menolong meningkatkan kesehatan masyarakat. Dalam prinsip pengobatan Islam diyakini bahwa kesembuhan datangnya dari Allah swt dan segala usaha pengobatan hanya dilakukan karena anjuran Rasulullah saw, yaitu agar bila sakit hendaklah kita berobat.


Oleh karena keyakinan demikian itulah, maka segala petunjuk kesehatan yang datangnya dari Rasulullah saw diyakini datang atas petunjuk Allah swt, dan oleh karenanya sepenuhnya benar. Adapun metode apa saja yang datang dari petunjuk Rasulullah saw, harus dipelajari dengan serius dan dipertimbangkan keselarasannya dengan Al-Qur’an dan hadits.


Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa metode pengobatan yang disampaikan Nabi saw adalah wahyu dari Allah Yang Maha Pencipta. Para Salafush Shalih yang mendahului kita telah mengamalkan metode menjaga kesehatan yang diajarkan Rasulullah SAW dan medapat manfaat hidup sehat dan bahagia yang luar biasa. sungguh kita merugi jika menolak anjuran-anjuran Nabi di bidang kesehatan.


Bukankah kita sudah banyak mengetahui efek samping obat-obat kimia yang cukup serius, apalagi jika dipakai secara bebas tanpa pengawasan dokter. Sebagimana kita perhatikan, dalam masyarakat kita dikenal adanya obat bebas yang penggunaannya tidak perlu melalui pemeriksaan dokter atau tabib, ini akan merusak kesehatan dalam jangka panjang.


Ilmu pengobatan Barat harus diakui memang sangat maju, tetapi hal ini karena pengetahuan Kedokteran Barat dianut oleh sebagian besar penduduk dunia. Dengan keyakinan kita yang bulat dalam mengikuti tradisi Pengobatan Nabi saw, maka kita akan merasakan manfaatnya dan kita juga memajukan metode pengobatan yang datangnya atas ilham yang diberikan oleh Allah swt kepada Nabi-Nya.


Pada masa kehidupan Rasulullah SAW di Makkah dan Madinah, telah ada dokter-dokter ternama yang mempelajari ilmu Kedokteran Yunani dan Kedokteran Yunde Shahpur dari Persia. Beberapa perpustakaan menyebutkan bahwa Kedokteran Yunani, Persia, dan India minus khurafat. Kedokteran Yunani pada masa itu masih banyak diliputi oleh kepercayaan yang berbau magis dan berbagai khurafat.


Kedokteran Islam lahir sebagai penyempurnaan metode kedokteran yang ada dengan menghilangkan ritual-ritual dan keyakinan-keyakinan yang tidak berdasar tersebut. Perbaikan dilakukan berlandaskan wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW.

Dr.Najib Kailani dalam bukunya “Fi Rihab Ath-Thib An-Nabawi” terbitan Muassisul Risalah, Beirut, 1980, menjelaskan bahwa ada 3 hal poko dalam memahami esensi ilmiah Kedokteran Nabi, yaitu:

  1. Adanya perintah untuk berobat apabila kita sakit.
  2. Pernyataan Nabi yang terpercaya bahwa Allah tidak menurunkan penyakit kecuali juga menurunkan obatnya. Pernyataan ini telah memberikan optimisme yang besar bagi dokter, tabib dan para pasien.
  3. Mengupayakan penyembuhan bagi orang sakit adalah fardhu kifayah. Sepanjang masa dari kehidupan umat ini harus ada orang-orang yang menolong penyembuhan orang yang sakit.


Ibnu Khaldun mengatakan bahwa mengikuti cara pengobatan Nabi SAW dengan disertai karena ingin memperoleh berkah dari beliau akan memberikan manfaat yang pasti bagi kesehatan kita. Rasulullah SAW memang bukan seorang dokter, akan tetapi berbagai riwayat yang sampai kepada kita membuktikan bahwa apa-apa yang menjadi anjuran beliau dalam memelihara kesehatan, mengobati penyakit, dan meningkatkan status kesehatan adalah sesuai dengan tradisi pengobatan yang benar.


Di samping itu, ilmu Kedokteran Modern menemukan benang merah atas nilai ilmiah dari metode Kedokteran Nabi ini. Bahkan dari hari ke hari makin nyata bahwa pernyataan-pernyataan beliau tentang bagaimana menjaga kesehatan diakui sebagai metode pengobatan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Demikian sangatlah jelas bagi kita bahwa Kedokteran Nabi SAW memang ada dan mengandung banyak manfaat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.


Kedokteran Nabi itu ilmiah, alami, dan jelas kebenarannya karena dibimbing wahyu. Kedokteran Nabi juga memiliki beberapa keunggulan dibanding Kedokteran Konvesional. Oleh karena itu demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia, kita perlu memberikan perhatian yang lebih dalam mengembangkan metode Kedokteran Nabi ini dengan Mengacu pada prinsip-prinsip ilmiah.


Sumber Buku: Smart Healing "Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi"

Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW

Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW

Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW

Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW - Rasulullah saw memiliki pemahaman yang sangat luar biasa terhadap kesehatan manusia, sehingga rasa-rasanya andaikan beliau menganjurkan sesuatu yang sulit dimengerti manfaatnya sekalipun, maka sulit bagi saya sebagai dokter untuk tidak mempercayainya. Obat-obat yang dianjurkannya telah saya coba manfaatkan kepada pasien dan hasilnya sangat mengagumkan.


 Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW (Sesuai dengan Syariat Islam)


Anjuran-anjurannya demikian pula tampak besar manfaatnya. Kenapa demikian? Karena semua yang beliau sarankan merupakan bimbingan dari Allah swt.


Allah swt berfirman, “Dan, tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya (Muhammad). Ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan.” (An-Najm: 3-4)


Dalam ayat yang lain, Allah swt berfirman, “Katakanlah (Muhammda), sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.’ Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan jangannlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Al-Kahfi: 110)


Dalam ayat ini jelaslah bahwa Allah swt mengingatkan Rasulullah saw bahwa beliau adalah manusia biasa, akan tetapi segala perilakunya dituntun oleh wahyu, dan diantara wahyu yang diterimanya adalah memiliki satu prinsip utama, yaitu menegakkan kalimat tauhid. Allah swt menegaskan bahwa dengan kebesaran dan kekuasaan-Nya yang mutlak, maka semua yang datang dari Allah swt adalah benar adanya, dan pintu utama datangnya petunjuk Allah swt adalah dari Rasulullah saw.


Satu hal penting bagi mereka yang menginginkan kesembuhan dalam menjalankan pengobatan anjuran Nabi saw ini adalah keharusan iman sepenuhnya atas kekuasaan Allah swt sebagai satu-satunya penyembuh. Bagi mereka yang meyakininya, niscaya akan menemukan keajaiban-keajaiban pertolongan Allah swt.


Untuk meyakini metode pengobatan yang datang dari Rasulullah saw dan para salafus shalih, kita harus memilah-milah yang mana di antara riwayat dan hadist itu yang benar-benar bisa dipercaya dan yang mana yang meragukan dengan rujukan utama adalah Al-Qur’an, hadits, dan tradisi salafus shalih.


Kemudian kita hendaknya mencoba dengan terus mengamati, dan bukan hanya sekedar memberi obat tanpa mengikuti perkembangan manfaatnya bagi pasien. Mengabaikan pengamatan ini bisa berarti kita tidak bertanggung jawab terhadap pasien-pasien kita.


Mengikuti petunjuk Nabi saw dalam kesehatan yang didasarkan cinta kepada beliau akan mendatangkan berkah tersendiri. Di bawah ini adalah sebagian dari anjuran-anjuran beliau, “Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara, Pertama dengan meminum madu, kedua dengan bekam, ketiga dengan besi panas (al-kay).” (HR.Al-Bukhari dan Muslim)


Dalam hadits yang lain Nabi saw mengatakan “Saya melarang pengobatan dengan besi panas.” Nabi saw melarang al-kay bakar, kecuali terpaksa. Dari kedua hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa:

  1. Meminum madu adalah sebuah simbolisasi meminum obat alami.
  2. Penggunaan al-kay bakar sudah sangat populer di kalangan masyarakat pada masa Rasulullah saw, akan tetapi pada beberapa kasus menimbulkan kecacatan pada pasien, oelh karena itu dilarang oleh Nabi saw kecuali dalam keadaan terpaksa. Dalam hal ini Nabi saw sendiri pernah menjalani al-kay bakar 1 kali saja sepanjang hidupnya. Penelitian Kedokteran Modern belum menemukan rahasia di balik al-kay bakar ini.
  3. Adapun Bekam adalah metode pengobatan agung yang sangat penting dalam metode pengobatan Nabi saw. Tentang masalah bekam ini, akan dijelaskan dalam bagian tersendiri.


Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW

Alasan mengapa Memilih Bekam ?


Kenapa berbekam atau al-hijamah atau biasa disebut juga kop,cantuk,cupping dijelaskan secara khusus, adalah karena metode ini merupakan metode pengobatan istimewa. Meskipun bekam bukan tindakan pengobatan yang merupakan ide orisinal Rasulullah saw, karena bekam telah ada sebelum Rasulullah saw, akan teatapi beliau menjadi saksi kebenaran akan manfaat dari bekam.


Sejak dianjurkan oleh Rasullulah saw, maka bekam menjadi masyhur di kalangan umat Isalam. Dengan kedatangan islam, berbagai khurafat di seputar bekam dihilangkan dan kebersihan ditingkatkan, bahkan Rasulullah saw menganjurkan titik-titik tertentu yang memiliki manfaat bagi kesehatan.


Demikianlah di masa Islam menjadikan bekam sebagai metode pengobatan alami yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Secara praktis, prinsip ilmiah dari berbekam adalah membuang toksin dan sel-sel darah yang rusak akibat pengaruh radikal bebas, serta merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah baru yang vital.


Manfaat Bekam bagi kesehatan yang menonjol adalah memberi efek detoksifikasi yang nyata. Dalam pemeriksaan laboratorium ditemukan bahwa darah hasil pembekaman terdiri dari sel-sel darah yang bentuknya abnormal dan banyak yang merupakan darah rusak. Hal ini berarti bahwa selama proses pembekaman orang dibebaskan dari sel-sel darah yang rusak, yang tentu saja tidak berfungsi atau bahkan mengganggu kesehatan, sehingga seberapa pun volume darah yang dibuang, tidak akan menyebabkan kelemahan tubuh, bahkan menyebabkan meningkatnya status kesehatan seseorang.


Orang yang melakukan bekam secara teratur akan mendapatkan manfaat, yaitu sel-sel darah yang tidak vital bisa disingkirkan, dapat terbebaskan dari radikal bebas atau racun-racun sisa metabolisme dan akibat polusi. Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah tubuh akan terangsang membentuk sel darah baru yang vital dengan jumlah yang cukup, kemudian menormalkan kolesterol dalam darah dan asam urat, meringankan kerja jantung, ginjal dan liver sehingga badan akan lebih sehat dan bugar.


Namun demikian tidak semua penyakit bisa disembuhkan dengan berbekam, dan tidak semua orang boleh dilakukan pembekaman. Oleh karena itu pergilah ke ahli bekam yang benar-benar terlatih dan mengerti masalah kesehatan, agar mendapat pelayanan bekam yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.


Pembekaman yang dijelaskan di sini adalah bekam basah, yaitu dengan penorehan atau perlukaan pada kulit. Penorehan atau perlukaan dilakukan di superfisial kulit, hal ini karena kulit adalah jaringan yang menutupi seleuruh permukaan tubuh. Seluruh kulit menerima peredaran darah, dan ujung-ujung pembuluh darah ada di lapisan atas kulit, maka secara otomatis semua toksin yang masuk kedalam tubuh dan sel-sel darah yang rusak dalam tubuh kita akan menumpuk di lapisan atas kulit.


Dengan mengeluarkan darah yang rusak dan mengandung toksin itu, maka kita akan terbebas dari racun berbahaya yang melekat pada sel-sel darah dan tentu akan memberi manfaat, yaitu badan menjadi lebih sehat dan bugar.

Racun-racun yang dikeluarkan bersama darah bekam berasal dari segala bentuk proses yang menyebabkan terjadinya radikal bebas.


Pengobatan yang dianjurkan Rasulullah SAW


Ada beberapa sumber radikal bebas yang dipahami, yaitu sebagai berikut :

  • Partikel dari polusi udara.
  • Polusi asap rokok.
  • Radikal elektromagnetik.
  • Sisa metabolisme.
  • Bahan-bahan tambahan.
  • Proses pengolahan makanan.
  • Bahan makanan yang berubah struktur kimia dan fisika akibat penyimpanan.
  • Hasil pertanian yang mengandung banyak bahan kimia dan pestisida.


Begitu pula dampak obat-obatan kimia yang kita minum memberikan beban kerja yang berat kepada organ tubuh kita sehingga mengganggu fungsi ginjal, hati, dan lain-lain. Orang tidak bisa meninggalkannya, karena tidak mengetahui obat penggantinya. Intoksibasi kronis dari bahan-bahan tersebut, diduga mengakibatkan penyakit degeneratif, keganasan, dan penyakit metabolik.


Efek lain yang juga merugikan adalah keadaan jumlah sperma yang sangat sedikit sehingga tak dapat membuahi (azoospermi), bentuk dan atau gerakan sperma yang tidak normal, kelemahan umum, disfungsi ereksi, menurunnya daya ingat, gangguan fungsi hati maupun ginjal, gagal jantung, kekakuan pembuluh darah, matinya bakteri yang bbermanfaat bagi kesehatan dalam usus, depresi, stress, menurunnya sistem imun atau kekebalan tubuh, jerawat, eksim, kanker kulit, psoriasis, dan lain-lain.


DR.Helena Abdullah, seorang pakar pengobatan komplementer dari Malaysia, menganjurkan agar pembekaman didahului dengan pijatan relaksasi atau refleksi untuk melancarkan Chi (energi) yang menggumpal, baru kemudian dilakukan pembekaman di titik-titik akupunktur yang sesuai dengan organ yang dianggap menderita sakit. Yang paling penting bagi kita bahwa filosofi pengobatan dengan bekam ini tidak sepenuhnya dapat diterangkan dengan filosofi pengobatan Cina yang prinsip berfikirnya berbeda dengan Barat, tapi kita bisa menerima karena bisa merasakan manfaatnya. Maka dengan keyakinan atas kebenaran saran Nabi saw tersebut, sudah semestinya kita bisa menerima filosofi bekam ini.


(Sumber Buku: Smart Healing “Kiat Hidup Sehat Menurut Nabi”)

 Berbagai Bukti Kemujaraban Bekam Dalam Menyembuhkan Penyakit

Berbagai Bukti Kemujaraban Bekam Dalam Menyembuhkan Penyakit

Berbagai Bukti Kemujaraban Bekam

Berbagai Bukti Kemujaraban Bekam Dalam Menyembuhkan Penyakit - Alloh Swt telah menciptakan alam semesta, termasuk organ organ tubuh manusia dalam keadaan seimbang. Apabila salah satu berlebihan atau menguat, dan yang lainnya berkurang atau melemah, maka akan terjadi ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan inilah yang menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. Karena itu, ada istilah hiper atau exses (berlebihan atau meningkat), dan hipo atau defisiensi (kekurangan atau menurun). Seperti hipertensi untuk kelebihan tekanan darah, dan hipotensi untuk kekurangan tekanan darah; hiperglikemia untuk kelebihan gula pada kencing manis, dan hipoglikemia, bila kekurangan gula.


Berbagai Bukti Kemujaraban Bekam Dalam Menyembuhkan Penyakit


Agar fungsi tubuh kembali seimbang, maka harus dilakukan penyeimbangan kembali. Bagian yang berlebihan dikurangi, dan yang kurang ditambah. Nah, bagian tubuh yang sangat berperan dalam menyeimbangkan tadi adalah hormon, darah, limfe dan syaraf. Menurut falsafah tradisional, masih ada satu lagi yang ikut menyeimbangkan fungsi tubuh, yaitu meridian, atau dalam istilah pengobatan kuno arab disebut habl.


Meridian adalah gambaran sistem saluran dalam tubuh yang terdiri dari saluran yang membujur dan melintang pada seluruh tubuh, yang menghubungkan permukaan tubuh dengan organ, organ dengan organ, organ dengan jaringan penunjang, jaringan penunjang satu dengan yang lainnya, tubuh bagian kanan dengan bagian yang kiri, tubuh yang atas dengan yang bawah, yang luar dengan yang dalam, organ tubuh dengan anggota gerak, sehingga membentuk suatu kesatuan yang saling berhubungan dan beraksi bersama-sama apabila mendapatkan rangsangan penyakit dari luar tubuh atau pennyakit dari dalam tubuh. Secara tradisional, titik meridian bisa dibuktikan dengan menekan bagian tubuh, bila tepat pada titik meridian, maka bagian yang ditekan akan terasa ngilu.


Titik Meridian



Bekam adalah cara pengobtan dengan membekam titik-tik dipermukaan kulit. Titik yang dibekam bisa berupa titik akupunktur, akupresure, refleksi, titik tung, tho’ dan sebagainya. Namun, yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah membekam pada titik-titik meridian akupunktur dan titik-titik bekam Nabi (Prophet Poten Point)


Jadi proses penyembuhan terjadi apabila bekam dilakukan pada titik-titik meridian tadi, di mana titik ini akan bekerja langsung pada sistem endokrin, metabolisme dan peningkatan sistem imunitas. Selain itu, apabila seseorang membekam titik ini, maka akan terjadi pelepasan zat neurokimia seperti endorfin yang bisa mengurangi nyeri. Nyeri ini akan hilang disertai dengan peningkatan oksigen dan aliran darah dari titik yang dibekam tadi. Ini menyebabkan otot menjadi rileks dan tercipta kesehatan.


Selain itu, pada setiap proses pengekopan atau penghisapan kulit, akan diikuti dengan pengumpulan jaringan bawah kulit dan darah dengan segala komponen yang ada di bawah kulit. Ini mempunyai potensi untuk menyembuhkan penyakit. Pengekopan atau Penghisapan akan merangsang syaraf-syaraf pada permukaan kulit. Rangsangan ini akan dilanjutkan pada coru posterior medulla spinalis melalui syaraf A delta dan C, serta trakus spino thalamikus ke arah thalamus yang akan menghasilkan endorfin. 


Sedangkan sebagian rangsangan akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan refleks intubasi simpatis, sehingga menimbulkan intubasi nyeri secara general melalui siklus endorfin dan segmental simpatis. Efek lain yang ditimbulkan saat pembekaman atau penghisapan adalah pengumpulan darah dibawah kulit  yang disertai dengan dilatasi pembuluh darah kulit, peningkatan kerja jantung sekaligus membuka pori-pori kulit.


Pada bekam basah, hijamah damamiyah atau hijamah rothbah, dimana setelah pengekopan atau penghisapan kulit akan dilanjutkan dengan mengeluarkan darah, maka suhu kulit di area lokal akan meningkat. Hal ini disertai dengan dilatasi kapiler, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, sehingga menghasilkan perbaikan metabolisme tubuh. Secara tradisional, proses ini mengakibatkan perbaikan sirkulasi darah, membuang stasis darah, membuang patogen angin dan patogen basah, melancarkan Qi (energy) dan darah, membuang patogen dingin dan meredakan nyeri. Di bawah efek penghisapan dan penarikan kulit karena tekanan negatif ini akan terjadi proses penekanan titik-titik tadi tepat di bawah kulit di sepanjang meridian. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa efek terapi tidak hanya mengenai bagian permukaan kulit yang dibekam saja, tetapi bisa menembus kedalam jaringan di bawahnya. Dengan demikian terapi bekam ini akan bekerja di sepanjang meridian, dari permukaan tubuh ke organ, organ ke organ, organ ke jaringan penunjang, kebagian tubuh kanan dan kiri, atas dan bawah, keempat anggota gerak, ke jaringan penunjang yang satu dengan yang lainnya, dan seterusnya.


Rosululloh SAW bersabda ; “Aku tidak berjalan dihadapan sekelompok malaikat pada malam aku diisro’kn, kecuali mereka berkata, ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah umatmu untuk berbekam!” (HR.Ibnu Majah)


(Sumber Buku; Sembuh dengan Satu Titik)


Definisi Bekam (Al-Hijamah), Beserta Sejarah dan Manfaatnya

Definisi Bekam (Al-Hijamah), Beserta Sejarah dan Manfaatnya

Definisi Bekam

Definisi Bekam atau Hijamah berarti peristiwa penghisapan atau penyedotan diarea permukaan kulit untuk mengeluarkan darah dari permukaan kulit dengan cara menghisap, kemudian penyayatan atau perlukaan ringan pada permukaan kulit, kemudian dilakukan penghisapan lagi agar darah bisa keluar dan menimbulkan kesembuhan dengan izin Allah. Sedangkan alat yang digunakan dalam melakukan Hijamah berupa tabung atau gelas kecil yang terbuat dari bamboo, tanduk atau tembikar untuk menampung darah.


Definisi Bekam (Al-Hijamah), Beserta Sejarah dan Manfaatnya


Metode pengobatan bekam ini telah ada sejak zaman Jahiliyah, dan telah ditulis dalam Prasasti Burdi oleh orang-orang Mesir Kuno. Orang Yunani Kuno juga telah menyebut-nyebut metode pengobatan ini (Bekam). Metode ini sudah populer juga di Cina, India, Eropa dan Amerika beberapa abad lalu dan ditulis dalam bebrapa jurnal ilmiah sampai pertengahan abad ke-19.


Dokter-dokter muslim mengenalkan metode ini ke Eropa melalui negeri-negri Andalusia lewat karya tulis mereka Pada abad ke-20 mulai muncul gelas-gelas kaca yang anti pecah hasil pengembangan dan pengalaman para pengamal bekam yang tentunya mendorong popularitas metode bekam, karena gelas yang digunakan sebelumnya terbuat dari tembikar, tanduk, bamboo atau keramik yang mudah peacah yang kesemuanya itu tidak bisa digunakan secara berulang karena tidak bisa dibersihkan dan diseterilkan.


Bekam merupakan suatu metode pengobatan yang turun temurun telah diwariskan oleh para nabi dan rosul, yang kemudian metode atau caranya telah dikembangkan oleh masing-masing bangsa dan negara dengan disiplin ilmu kesehatan yang dimilikinya.


Meskipun Bekam ini telah dipraktekkan sejak ribuan tahun yang lalu, akan tetapi bekam baru dibawa ke Indonesia oleh pedagang muslim baik dari negeri arab (Yaman,Mesir dll) pada zaman kerajaan abad 13, di dalam perkembangannya bekam di ajarkan dan menyebar melalui pesantren-pesantren tradisional, baru kemudian dikenal di masyarakat umum, para orang-orang tua kita di tahun 1.900-an yang kita kenal dengan nama cop atau cantuk, dan marak maraknya di tahun 2000 yang kita sebut dengan Bekam atau Hijamah.


Indonesia yang jumlah penduduknya mayoritas muslim, maka bentuk ketaatn dan cintanya kepda nabi dan rasulnya dituangkan dalam menghidupkan sunnah-sunnahnya, terutama sunnah pengobatan bekam. “Barangsiapa menghidupkan sunnahku berarti ia mencintaiku dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di dalam surga”. (Al Hadits)., Sami’na wa atho’na “Kami dengar dan kami ikuti”.


Dalam kitab-kitab Arab, menjelaskan tentang bekam sebagai berikut


Bekam adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Bahkan beliau melakukan secara periodik diwaktu-waktu tertentu dipertengahan bulan qomariyah. Pada prinsipnya hijamah atau bekam adalah metode terapi kuratif dan preventif dengan perlakuan pada jaringan sehingga terjadi proses peradangan akut yang minimal (terlokalisir).


Reaksi radang lokal akan menimbulkan peningkatan kadar sitokin dan faktor pertumbuhan terkait radang, antara lain IL-6 dan TNF Alfa. Demikian pula interferon. Adanya perlukaan dan membuang sedikit darah akan memperkuat efek sebagaimana terjadinya dilatasi pembuluh darah tepi (vena kecil) Peningkatan kadar faktor radang dapat meningkatkan proses pengenalan antigen dan mendorong terjadinya reaksi antigen-antibodi (reaksi hormonal)


Dapat pula mendorong terjadinya proses pembentukan memori oleh sel limfosit T secara molekuler hal ini akan berdampak pada pengekpresian gen-gen tertentu termasuk gen MHC atau HLA di kromosom 6 dan 15.


Sumber : Buku LKP LP3T

 Bekam Menurut Medis dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Bekam Menurut Medis dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Bekam Menurut Medis

Bekam menurut medis  - Para pakar medis terheran-heran ketika mendengar apa yang disampaikan Al-Alamah Muhammad Amin Saikhu yang melakukan penelitian tentang Bekam atau hijamah. “Rahasia mekanisme kesembuhan al-hijamah atau bekam pada tubuh terletak dari darah kotor yang menghambat perannya dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara sempurna sehingga membuat tubuh itu menjadi sasaran empuk berbagai macam penyakit”.


Bekam Menurut Medis dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh


Untuk mengungkap makna ungkapan diatas (membersihkan tubuh dari darah kotor), sekelompok pakar laboratorium melakukan penelitian terhadap darah yang keluar karena hijamah atau bekam yaitu dari bagian pundak dan punggung atas. Mereka membandingkan dengan darah alami dari pembuluh darah. Beberapa orang yang menjalani hijamah atau bekam sesuai dengan prinsip-prinsip yang benar agar diketahui bagaimana hasil tes antara keduanya. Dari pengujian dan tes ini dapat disimpulkan hasilnya sebagai berikut:

  1. Darah hijamah atau bekam meghimpun satu sepersepuluh kadar sel dalam darah alami, itu terjadi dalam kondisi tes tanpa pengecualian.
    Tentu saja hal ini sangat mencengangkan para dokter dan pakar medis, karena bagaimana mungkin darah dapat keluar tanpa sel darah putih, hal ini menunjukan bahwa hijamah atau bekam dapat menjaga unsur organ imunity dan bekerja untuk menguatkannya.
  2. Pada puncak sel darah merah, maka semua sel darah putih memiliki bentuk yang ganjil, artinya ia tidak mampu melaksanakan tugasnya. Dari sini tampak jelas bahwa hijamah atau bekam dapat menghilangkan sel-sel darah merah yang kotor dan darah yang tidak diinginkan keberadaannya, sehingga yang tersisa di dalam tubuh adalah sel-sel darah putih. Di satu sisi pengambilan darah secara langsung dari pembuluh darah dapat menghilangkan pembentukan darah yang bermanfaat (HDL), sementara sel-sel darah merah yang semestinya dibuang (LDL) masih tetap ada.
  3. Volume pengikat zat besi yang ada dalam darah hijamah atau bekam sangat tinggi (550-1100) ini menunjukan bahwa hijamah atau bekam menyisakan zat besi di dalam tubuh tanpa keluar bersama darah yang dikeluarkan karena pengobatan dengan hijamah.


Darah Hijamah :


  • Darah Hijamah relatif sulit dilakukan uji lab (karena darah bekam lebih cepat mengental), tergantung alatnya. Namun kalau bisa di uji lab hasilnya cepet keluar sekitar 15 menit. Sementara darah segar sekitar 45 menit.
  • Dalam istilah pembekaman tidak di kenal istilah darah kotor, jika ada yang mengental tidak boleh langsung mengambil kesimpulan apa isi yang terkandung didalam darah bekam tersebut.
  • Eritrosit memiliki bentuk yang ganjil dan tidak mampu melaksanakan tugasnya. Karena itu sel-sel eritrosit yang ganjil ini akan menghilang dengan sendirinya, yang disebut dengan darah statis.
  • Oksidasi tetapi terjadi, karena dalam darah ada oksigen dan terjadi imbas suhu tubuh.
  • Dalam darah Hijamah juga terkandung oxydant dari sekresi kelenjar 7 jaringan atau yang mengendap di dalam tubuh, bukan hanya toxin dari kontaminan.
Study Ilmiah Pengobatan Bekam
Bukti Ilmiah dilakukan oleh Dr.Ishom Muqaddam (ahli beda)
Sebanyak 70 pasien, yang telah gagal dengan pengobatan konvensional
Sebanyak 29 pasien dengan sakit medis (gangguan tulang belakang, infeksi lutut, persendian, nyeri haid)
Sebnyak 32 pasien dengan gangguan fungsi (migrain, enuresis, nyeri haid, rematik, depresi, gangguan usus)
Sebanyak 9 pasien menderita penyakit gangguan sistem pencernaan dan infeksi kulit yang berulang.
Hasilnya 39 orang (56%) sembuh total, 30 orang (43%) perbaikan sedang, dan 1 orang (1%) tidak bereaksi apapun.


Tabel Hasil Penelitian Bekam


Tabel Hasil Penelitian Bekam

Perbedaan Darah Bekam dengan Darah Dalam Pembuluh Darah (hasil pemeriksaan Lab)
  1. Darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit). Fakta ini menunjukan bahwa bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsurbsistem kekebalan.
  2. Semua sel darah merah dalam bentuk darah bekam memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktifitas, disamping menghambat sel-sel lain yang masih mudah dan aktif. Artinya yang dibuang dalam bekam hanya darah yang tidak dibutuhkan lagi.
  3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukan proses bekam mengeluarkan semua kotoran, sisa, endapan darah, sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan anggota tubuh.


Pendapat Para Pakar Medis Tentang Bekam


  1. Dr.Michael Rees Rach (California) “Potents guide to self care for common Ailments” (titik-titik berkhasiat sebagai panduan perawatan diri dan pengobatan penyakit umum)
  2. Kohler D (1990) The Connective Tissue as the Physical Medium for Conduction of Healing Energy In Cupping Method (Jaringan ikat sebagai media fisik untuk menghantarkan energi pengobatan dengan bekam)
  3. Thomas W. Anderson (1985) 100 Diseases Treated by Cupping Method (100 penyakit yang dapat diobati dengan bekam).
  4. Prof.DR.Dr.Canteil seorang dokter berkebangsaan Prancis menemukan kenyataan aneh dari kajian laboratoriumnya, bahwa darah bekam dan darah venous pada beberapa individu yang dibekam menunjukan adanya peningkatan kemampuan sel darah putih untuk memproduksi zat Interferon yaitu 10 kali lipat dari orang yang tidak melakukan pembekaman.
    Interferon adalah merupakan zat protein yang diproduksi sel darah putih, ia memiliki reaksi yang kuat terhadap virus-virus yang menyerang tubuh. Zat Interferon ini biasanya digunakan dalam bentuk sintesis untuk menterapi sakit Hepatitis, Virus dan penyakit AIDS. Dengan kata lain bertambahnya interferon berarti bertambahnya kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dan infeksi.
  5. Dr.Kawa Kurwawa seorang dokter dari Jepang yang dalam penelitiannya telah menyimpulkan bahwa endapan-endapan darah merupakan faktor penyebab timbulnya penyakit, dan dengan berbekam dapat menyembuhkan penyakit karena bekam membersihkan endapan-endapan darah dalam tubuh.

Sumber Buku : Bengkel Rohani
Sumber Buku : LKP LP3T
Mengenal Bekam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Mengenal Bekam dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Mengenal Bekam dan Manfaatnya

Mengenal Bekam dan Manfaatnya - Bekam adalah pengobatan yang mendapatkan rujukan istimewa dari Nabi Muhammad Saw, hal itu dapat kita lihat diberbagai literatur Hadits baik Bukhori, Muslim, Sunan Ibnu Majah, Abu Daud dll.  salah satu Hadits populer yang sering terdengar "Sebaik-baik berobat kalian adalah hijamah", "Pengobatan itu ada pada 3 (tiga) hal yakni : minum madu, berbekam, dan sengatan besi panas, namun aku melarang umatku untuk melakukan sengatan besi panas (Kayy)". pada sekitar lebih kurang seratus abad silam bekam adalah pengobatan yang menjadi rujukan kedokteran konvensional, dan kini bekam sudah mendunia dan sudah jutaan testimoni yang dirasakan oleh para bekamer (sebutan bagi pencinta pengobatan bekam). 


Mengenal Bekam dan Manfaatnya Bagi Tubuh


Bila diamati bekam adalah pengobatan yang teramat sederhana, karna hanya dengan mengeluarkan toksin dari tubuh, maka selesailah sakitnya, berangsur-angsur pulih dan sehat kambali seperti sediakala, insyAllah.